Nama :
Nailonas Nasution
NPM :
1B115899
3KA21
Artificial Intelligence merupakan
simulasi, sesuatu yang dimodelkan, mengkonsepkan bagaimana manusia itu
berlogika. Artificial Intelligence (AI) atau dapat diartikan “kecerdasan
buatan” merupakan studi tentang membuat teknologi dimana dapat melakukan
hal-hal yang dapat dilakukan oleh manusia dan dapat membantu pekerjaan manusia.
Dari berbagai sudut pandang, dari sudut pandang kecerdasan, Artificial
Intelligence mampu membuat mesin menjadi cerdas karena dapat melakukan sesuatu
seperti yang dilakukan manusia. Sehingga ketika ingin membuat sistem Artificial
Intelligence (AI) perlu memikirkan bagaimana kita akan membuat sebuah mesin
dengan simulasi dan model layaknya manusia dalam melakukan aktivitas.
Kecerdasan Buatan adalah suatu
sistem yang didefinisikan sebagai kecerdasan yang merupakan suatu entitas buatan. Contoh umum
dari sistem buatan ini adalah sistem
komputer. Sistem komputer diciptakan kecerdasan dan dimasukkan ke dalam suatu
mesin (komputer) untuk dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat di
perintahkan dan digunakan oleh manusia.
Teknologi sistem cerdas ini terdapat kedalam tiga tipe,
yaitu Monitoring, Proses Bisnis/Transaksi dan Pakar.
Berikut adalah contoh teknologi sistem cerdas yang pernah saya
gunakan.
1.
CommuterLine Ticket Vending
Machine
CommuterLine Ticket Vending Machine adalah mesin
yang dapat melayani pembelian tiket CommuterLine secara mandiri. Mesin ini
hanya bisa digunakan untuk tiket (THB dan KMT) yang dikeluarkan resmi oleh PT
KCJ.
PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ)
yang mulai mengoperasikan mesin tiket atau vending machine di sejumlah stasiun.
Vending machine merupakan suatu alat atau mesin yang menjual tiket secara otomatis. Vending Machine
tidak membutuhkan tenaga operator untuk menjual barang, kita dapat memilih
sendiri tiket kereta yang kita inginkan. Keberadaan mesin tiket pada layanan
KRL commuter line bertujuan untuk mengurangi antrean transaksi di loket.
Pada teknologi CommuterLine
Ticket Vending Machine diklasifikasikan berdasarkan Input, Proses, dan Output
nya sebagai berikut.
A.
Input
Pada tahap
ini, input dilakukan dengan menekan tombol yang ada untuk pembelian tiket kartu
atau memasukkan kartu KMT/THB jika untuk melakukan pengisian ulang saldo.
B.
Proses
Pada
tahap proses ini merupakan penggambaran alur proses kerja dari CommuterLine
Ticket Vending Machine nya seperti terlihat dibawah ini.
C.
Output
Keluaran
yang di tampilkan oleh CommuterLine Ticket Vending Machine nya adalah berupa pembelian
suatu tiket baru atau pengisian ulang saldo suatu tiket KMT/THB yang akan
digunakan.
A.
Input
Pada tahap ini, input yang dilakukan adalah
sensor atau kereta api yang akan melewati jalur nya.
B.
Proses
C.
Output
Keluaran yang dihasilkan adalah berupa suaru untuk
pemberitahuan bahwa akan ada sensor atau kereta api yang akan melewati
jalurnya.
3.
Timbangan Digital
adalah perangkat pengukuran yang digunakan untuk mengukur berat atau
massa suatu benda atau zat. Digital sisik sering lebih kompak, tahan lama, dan
tepat daripada jenis lain dari skala, seperti timbangan pegas atau saldo, yang
sering aus dan memberikan pembacaan yang berbeda dari waktu ke waktu. Timbangan digunakan dalam pengaturan
laboratorium, terutama yang digunakan untuk kimia, fisika, Dan penelitian
medis, harus sangat akurat. Masalah dapat terjadi akibat ketidakakuratan
sekecil massa beberapa butir pasir. Reaksi kimia sering membutuhkan jumlah yang
tepat dari zat tertentu untuk sukses menjalankan sampai selesai. Sebuah skala
digital digunakan untuk keperluan laboratorium sering kali berisi kotak kaca
sekitar permukaan pengukuran untuk mencegah perubahan massa diukur dihasilkan
dari arus udara menerapkan sedikit tekanan ke permukaan pengukuran. Hal ini
sering terjadi ketika benda hangat atau panas atau zat yang diukur sebagai
perbedaan suhu dapat menyebabkan arus udara yang mengubah pengukuran berat
badan.
A. Input
C. Output
Keluaran yang dihasilkan adalah berupa angka
yang menunjukkan barat dari suatu barang tersebut.
Sumber
IMPLEMENTASI
NAT STATIC (Materi Praktikum Cisco)
Topologi
dari LAB NAT Static
#. Keterangan:
- N=Network
- Background BIRU (Public)
- Background HIJAU (Private)
- 1.1 / 1.254 dll.= IP belakang dari
Network-nya.
#. IP Static NAT:
Private IP Public IP
- 192.168.1.1 50.1.1.1
- 192.168.1.2 50.1.1.2
- 192.168.1.3 50.1.1.3
#. Konfigurasi NAT:
#.
Router IDN1:
- Membuat IP
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname idn1
idn1(config)#int se0/0/0
idn1(config-if)#ip add 10.0.0.1 255.255.0.0
idn1(config-if)#clock rate 64000
idn1(config-if)#no shut
idn1(config-if)#exit
idn1(config)#int fa 0/0
idn1(config-if)#ip add 192.168.1.254 255.255.255.0
idn1(config-if)#no shut
idn1(config-if)#int se0/0/0
idn1(config-if)#exit
-
Membat Nat
idn1(config)#ip nat inside source static 192.168.1.1 50.1.1.1
idn1(config)#ip nat inside source static 192.168.1.2 50.1.1.2
idn1(config)#ip nat inside source static 192.168.1.3 50.1.1.3
-
Implementasi NAT
idn1(config)#int fa0/0
idn1(config-if)#ip nat inside
idn1(config-if)#exit
idn1(config)#int se0/0/0
idn1(config-if)#ip nat outside
idn1(config-if)#exit
Membuat
Default Route
idn1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.0.0.2
#. Router ISP1:
- Membuat IP
Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int se 0/0/0
Router(config-if)#ip add 10.0.0.2 255.255.0.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 202.134.1.254 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Membuat static route
Router(config)#ip route 50.0.0.0 255.0.0.0 10.0.0.1
#. Verivykasi:
Sebelum
Verivykasi Buatlah IP pada masing – masing PC kemudian lakukan Ping terlebih
dahulu pada PC1a-PC1c ke PC ISP,
- PING PC1a ke PC
ISP1a
PC>ping 202.134.1.2
Pinging 202.134.1.2 with 32 bytes of data:
Reply from 202.134.1.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 202.134.1.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 202.134.1.2: bytes=32 time=6ms TTL=126
Reply from 202.134.1.2: bytes=32 time=1ms TTL=126
Ping statistics for 202.134.1.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 1ms, Maximum = 6ms, Average = 2ms
Kemudian cek dengan command berikut (Router idn1)
idn1(config)#do sh ip nat trans
Pro Inside global Inside local Outside local Outside global
icmp 50.1.1.1:1 192.168.1.1:1 202.134.1.1:1 202.134.1.1:1
icmp 50.1.1.1:2 192.168.1.1:2 202.134.1.1:2 202.134.1.1:2
icmp 50.1.1.1:3 192.168.1.1:3 202.134.1.1:3 202.134.1.1:3
icmp 50.1.1.1:4 192.168.1.1:4 202.134.1.1:4 202.134.1.1:4
icmp 50.1.1.1:5 192.168.1.1:5 202.134.1.1:5 202.134.1.1:5
icmp 50.1.1.1:6 192.168.1.1:6 202.134.1.1:6 202.134.1.1:6
icmp 50.1.1.1:7 192.168.1.1:7 202.134.1.1:7 202.134.1.1:7
icmp 50.1.1.1:8 192.168.1.1:8 202.134.1.1:8 202.134.1.1:8
--- 50.1.1.1 192.168.1.1 --- ---
--- 50.1.1.2 192.168.1.2 --- ---
--- 50.1.1.3 192.168.1.3 --- ---







Tidak ada komentar:
Posting Komentar