Sabtu, 12 November 2016

PENERAPAN TEKNOLOGI SISTEM CERDAS YANG PERNAH DIGUNAKAN

Nama : Nailonas Nasution
NPM : 1B115899
3KA21

PENERAPAN TEKNOLOGI SISTEM CERDAS YANG PERNAH DIGUNAKAN

Artificial Intelligence merupakan  simulasi, sesuatu yang dimodelkan, mengkonsepkan bagaimana manusia itu berlogika. Artificial Intelligence (AI) atau dapat diartikan “kecerdasan buatan” merupakan studi tentang membuat teknologi dimana dapat melakukan hal-hal yang dapat dilakukan oleh manusia dan dapat membantu pekerjaan manusia. Dari berbagai sudut pandang, dari sudut pandang kecerdasan, Artificial Intelligence mampu membuat mesin menjadi cerdas karena dapat melakukan sesuatu seperti yang dilakukan manusia. Sehingga ketika ingin membuat sistem Artificial Intelligence (AI) perlu memikirkan bagaimana kita akan membuat sebuah mesin dengan simulasi dan model layaknya manusia dalam melakukan aktivitas.
Kecerdasan Buatan adalah suatu sistem yang didefinisikan sebagai kecerdasan yang  merupakan suatu entitas buatan. Contoh umum dari sistem buatan ini  adalah sistem komputer. Sistem komputer diciptakan kecerdasan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) untuk dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat di perintahkan dan digunakan oleh manusia.
            Teknologi sistem cerdas ini terdapat kedalam tiga tipe, yaitu Monitoring, Proses Bisnis/Transaksi dan Pakar.

Berikut adalah contoh teknologi sistem cerdas yang pernah saya gunakan.
1.               CommuterLine Ticket Vending Machine

CommuterLine Ticket Vending Machine adalah mesin yang dapat melayani pembelian tiket CommuterLine secara mandiri. Mesin ini hanya bisa digunakan untuk tiket (THB dan KMT) yang dikeluarkan resmi oleh PT KCJ.
PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) yang mulai mengoperasikan mesin tiket atau vending machine di sejumlah stasiun. Vending machine merupakan suatu alat atau mesin yang menjual tiket  secara otomatis. Vending Machine tidak membutuhkan tenaga operator untuk menjual barang, kita dapat memilih sendiri tiket kereta yang kita inginkan. Keberadaan mesin tiket pada layanan KRL commuter line bertujuan untuk mengurangi antrean transaksi di loket.
Pada teknologi CommuterLine Ticket Vending Machine diklasifikasikan berdasarkan Input, Proses, dan Output nya sebagai berikut.
A.      Input
Pada tahap ini, input dilakukan dengan menekan tombol yang ada untuk pembelian tiket kartu atau memasukkan kartu KMT/THB jika untuk melakukan pengisian ulang saldo.
B.      Proses
Pada tahap proses ini merupakan penggambaran alur proses kerja dari CommuterLine Ticket Vending Machine nya seperti terlihat dibawah ini.

C.      Output
Keluaran yang di tampilkan oleh CommuterLine Ticket Vending Machine nya adalah berupa pembelian suatu tiket baru atau pengisian ulang saldo suatu tiket KMT/THB yang akan digunakan.

2.               Palang Pintu Kereta Api Otomatis
Palang pintu adalah suatu proses yang dapat mendeteksi kehadiran kereta api atau sensor lainnya. Biasanya terdapat di setiap perlintasan kereta api menuju tiap-tiap stasiun yang digunakan untuk menjaga keamanan dan pencegahan terjadinya kecelakaan Kereta Api.  
A.                  Input
Pada tahap ini, input yang dilakukan adalah sensor atau kereta api yang akan melewati jalur nya.
B.                  Proses
Bentuk proses dari Palang pintu otomatis ini dapat dilihat dari gamabar berikut ini.
C.                  Output
Keluaran yang dihasilkan adalah berupa suaru untuk pemberitahuan bahwa akan ada sensor atau kereta api yang akan melewati jalurnya.

3.               Timbangan Digital
adalah perangkat pengukuran yang digunakan untuk mengukur berat atau massa suatu benda atau zat. Digital sisik sering lebih kompak, tahan lama, dan tepat daripada jenis lain dari skala, seperti timbangan pegas atau saldo, yang sering aus dan memberikan pembacaan yang berbeda dari waktu ke waktu. Timbangan digunakan dalam pengaturan laboratorium, terutama yang digunakan untuk kimia, fisika, Dan penelitian medis, harus sangat akurat. Masalah dapat terjadi akibat ketidakakuratan sekecil massa beberapa butir pasir. Reaksi kimia sering membutuhkan jumlah yang tepat dari zat tertentu untuk sukses menjalankan sampai selesai. Sebuah skala digital digunakan untuk keperluan laboratorium sering kali berisi kotak kaca sekitar permukaan pengukuran untuk mencegah perubahan massa diukur dihasilkan dari arus udara menerapkan sedikit tekanan ke permukaan pengukuran. Hal ini sering terjadi ketika benda hangat atau panas atau zat yang diukur sebagai perbedaan suhu dapat menyebabkan arus udara yang mengubah pengukuran berat badan.

A.      Input
Pada tahap ini, input yang dilakukan adalah timbanagn membaca massa berat suatu barang.

B.      Proses
C.      Output
Keluaran yang dihasilkan adalah berupa angka yang menunjukkan barat dari suatu barang tersebut.

Sumber



IMPLEMENTASI NAT STATIC (Materi Praktikum Cisco)


Topologi dari LAB NAT Static

#. Keterangan:
-          N=Network
-          Background BIRU (Public)
-          Background HIJAU (Private)
-          1.1 / 1.254 dll.= IP belakang dari Network-nya.

#. IP Static NAT:
                Private IP            Public IP
-          192.168.1.1         50.1.1.1
-          192.168.1.2         50.1.1.2
-          192.168.1.3         50.1.1.3

#. Konfigurasi NAT:

#. Router IDN1:
-          Membuat IP

Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname idn1
idn1(config)#int se0/0/0
idn1(config-if)#ip add 10.0.0.1 255.255.0.0
idn1(config-if)#clock rate 64000
idn1(config-if)#no shut
idn1(config-if)#exit
idn1(config)#int fa 0/0
idn1(config-if)#ip add 192.168.1.254 255.255.255.0
idn1(config-if)#no shut
idn1(config-if)#int se0/0/0
idn1(config-if)#exit

-                      Membat Nat
idn1(config)#ip nat inside source static 192.168.1.1 50.1.1.1
idn1(config)#ip nat inside source static 192.168.1.2 50.1.1.2
idn1(config)#ip nat inside source static 192.168.1.3 50.1.1.3

-                      Implementasi NAT
                
idn1(config)#int fa0/0
idn1(config-if)#ip nat inside
idn1(config-if)#exit
idn1(config)#int se0/0/0
idn1(config-if)#ip nat outside
idn1(config-if)#exit

Membuat Default Route
idn1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 10.0.0.2
#. Router ISP1:
-          Membuat IP
            Router>enable
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Router(config)#int se 0/0/0
Router(config-if)#ip add 10.0.0.2 255.255.0.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 202.134.1.254 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit

Membuat static route
Router(config)#ip route 50.0.0.0 255.0.0.0 10.0.0.1

#. Verivykasi:
                Sebelum Verivykasi Buatlah IP pada masing – masing PC kemudian lakukan Ping terlebih dahulu pada PC1a-PC1c ke PC ISP,
-          PING PC1a ke PC ISP1a
PC>ping 202.134.1.2

Pinging 202.134.1.2 with 32 bytes of data:

Reply from 202.134.1.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 202.134.1.2: bytes=32 time=2ms TTL=126
Reply from 202.134.1.2: bytes=32 time=6ms TTL=126
Reply from 202.134.1.2: bytes=32 time=1ms TTL=126

Ping statistics for 202.134.1.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 1ms, Maximum = 6ms, Average = 2ms

Kemudian cek dengan command berikut (Router idn1)
idn1(config)#do sh ip nat trans
Pro  Inside global     Inside local       Outside local      Outside global
icmp 50.1.1.1:1        192.168.1.1:1      202.134.1.1:1      202.134.1.1:1
icmp 50.1.1.1:2        192.168.1.1:2      202.134.1.1:2      202.134.1.1:2
icmp 50.1.1.1:3        192.168.1.1:3      202.134.1.1:3      202.134.1.1:3
icmp 50.1.1.1:4        192.168.1.1:4      202.134.1.1:4      202.134.1.1:4
icmp 50.1.1.1:5        192.168.1.1:5      202.134.1.1:5      202.134.1.1:5
icmp 50.1.1.1:6        192.168.1.1:6      202.134.1.1:6      202.134.1.1:6
icmp 50.1.1.1:7        192.168.1.1:7      202.134.1.1:7      202.134.1.1:7
icmp 50.1.1.1:8        192.168.1.1:8      202.134.1.1:8      202.134.1.1:8
---  50.1.1.1          192.168.1.1        ---                ---
---  50.1.1.2          192.168.1.2        ---                ---
---  50.1.1.3          192.168.1.3        ---                ---






Tidak ada komentar:

Posting Komentar