Selasa, 26 April 2016

Tugas II Etika & Profesionalisme TSI

Pertanyaan
1. Jelaskan tentang fungsi regulasi/aturan yang digunakan dalam teknologi sistem informasi !
Jawab :
Regulasi dalam teknologi sistem informasi adalah pengendalian perilaku manusia atau masyarakat dengan aturan atau pembatasan. Fungsi regulasi dalam teknologi sistem informasi ini adalah acuan yang jelas dan terdapat dalam undang-undang sama halnya seperti hukum perlindungan ketika menggunakan internet sehingga tidak terjadi hal-hal yang melanggar hukum dalam pemanfaatan nya.
Peraturan dan Regulasi dalam bidang teknologi informasi terdapat dalam undang – undang nomor 36 seperti dibawah ini:
1)Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3881 ).
2)   Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4843).
3)   Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan lnformasi Publik (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4846).
4)   Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2000 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3980).
5)   Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara.
6)   Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara.

2. Berikan contoh dan jelaskan salah satu kasus berkaitan dengan regulasi/aturan yang digunakan dalam teknologi informasi !
    Jawab :
    § Contoh tinjauan regulasi kejahatan di internet “Cyber Crime”
         Pembobolan kartu Kredit melalui Internet yang dilakukan oleh Petrus   Pangkur dengan hukuan 1 tahun penjara karena melakukan penipuan dan     pemalsuan kartu kredit milik orang lain untuk membeli barang.

3. Apa yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan regulasi/aturan tersebut, jelaskan!
    Jawab :
Munculnya berbagai fitur-fitur atau aplikasi-aplikasi yang baru sehingga para pengguna ada keinginan dan tertarik untuk mencoba fitur – fitur tersebut. misalnya telepon genggam yang memiliki fitur kamera, internet, dan Bluetooth yang memudahkan pengguna telepon genggam untuk menyimpan dan bertukar data-data yang tidak sepatutnya untuk disimpan.  

4.   Apa yang harus dilakukan untuk pengguna maupun pembuat aplikasi dalam teknologi informasi untuk mematuhi regulasi/aturan yang sudah ditetapkan !
Jawab :
1) security data dan jaringan untuk mencegah adanya perusakan data dan sistem bagian dalam oleh seseorang yang tidak diizinkan.
2) Peningkatan pemahaman keahlian pengguna teknologi sistem informasi tentang cybercrime.
3) Menggunakan pengamanan berstandar internasional dalam mencegah terjadinya cybercrime.



Kamis, 24 Maret 2016

Tugas 1 Etika & Profesionalisme TSI

Pertanyaan
1.  Jelaskan tentang pentingnya beretika baik dalam penggunaan maupun pembuatan teknologi sistem informasi !
Jawab :
Etika merupakan norma-norma, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku  dari seseorang. Sebagai pekerja teknologi informasi memiliki aturan serta sikap dan  tingkahlaku dalam penggunaan atau pembuatan teknologi informasi sehingga etika  yang baik sangat penting dalam hal ini karena dalam sebuah pekerjaan sikap dan  tanggung jawab sangat dibutuhkan. Oleh karena itu manusia yang memiliki etika baik  akan menjadi pribadi yang mengetahui apa tanggub jawab dan sikap yang benar dalam  pengambilan keputusan. Seseorang yang beretika baik akan mendapatkan perlakuan  baik dari orang lain.keahlian atau kualitas seseorang yang professional akan terlihat  dari manusia yang baik.

2.   Berikan contoh dan jelaskan salah satu kasus yang berkaitan dengan tidak digunakannya etika dalam penggunaan dan pembuatan teknologi sistem informasi !
       Jawab :
§                       Contoh Pembobolan ATM
Seseorang (pelaku) memasangkan skimmer ke mulut slot kartu ATM. Dimana  skimmer ini dapat berfungsi untuk menyalin data ATM dan melihat rekaman no PIN  yang  ditekan korban sehingga pelaku dapat melakukan penarrikan dana karena sudah  memiliki kartu ATM duplikasi (hasil generate) dari korban.  

3.    Hal-hal apa saja yang menjadi dasar sehingga dalam penggunaan maupun pembuatan teknologi sistem informasi harus beretika !
Jawab :
· akurasi Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu dan merugikan bahkan membahayakan.
·    property Perlindungan terhadap HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual),yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).
· privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin.

4.  Apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir tidak digunakannya etika dalam teknologi sistem informasi, jelaskan !
Jawab :
§  Menumbuhkan perilaku atau nilai moral-moral dalam keseharian sehingga dapat menanamkan perilaku atau moral-moral yang baik dan buruk serta mengarahkan hak dan kewajiban dalam penggunaan teknologi sistem informasi.
§  Menerapkan kebijakan dan aturan yang tegas, jelas dalam penggunaan teknologi sistem informasi.





Senin, 30 November 2015

ARTIKEL LIBURAN KE KOTA PADANGSIDEMPUAN


Berlibur Ke Kota Padangsidempuan







Pada saat saya telah lulus dari tes, tugas akhir, skripsi, dan sidang kelulusan Diploma, saya memutuskan untuk berlibur ke kampung halaman. Kampung halaman orang tua terletak di Padangsidempuan, Sumatra Utara. Dari Bogor, saya terlebih dahulu ke bandara soekarno hatta untuk terbang naik pesawat yang menuju ke bandara kuala namu kemudian transit pesawat ke bandara Pinangsori Sibolga. Sesampainya di Pinangsori Sibolga, saya harus melanjutkan perjalanan ke Padangsidempuan. Perjalanan yang harus ditempuh untuk sampai ke sana memang memakan waktu yang lama.

Dan waktu pun tidak terasa, saya telah tiba di kota yang sering di sebutkan kota salak ini (kota Padangsidempuan). Hilang sudah lelah dan capek saya selama seharian di perjalanan ketika bertemu dengan keluarga di kota salak ini. Dan besok harinya sebelum saya menjelajahi kota yang penuh kenangan ini saya terlebih dahulu ke rumah teman, sahabat untuk bersilaturahmi karna sudah tiga tahun tidak bertemu.




Lepas sore hari, saat nya saya untuk menjelajahi kota yang selalu saya rindukan ini. Saya dan keluarga beserta ponakan – ponakan yang sangat lucu dan imut banget menemani saya untuk mengelilingi kota padangsidempuan ini hingga larut malam. Selama menjelajahi kota ini saya tidak merasakan bosan karna tidak adanya kemacetan di jalan ataupun panas - panasan, karena di kota salak ini saya merasakan keindahan - keindahan dan kesejukan di sepanjang jalan. Satu tempat yang sangat berkesan di kota ini adalah tugu salak ( tempat yang dipenuhi kenangan) J J J




PERBEDAAN KEHIDUPAN DI KOTA DAN KEHIDUPAN DI PEDESAAN


PENGERTIAN MASYARAKAT

Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.

MASYARAKAT PEDESAAN

         Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
        Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya
         Didalam masyarakat pedesaan kita mengenal berbagai macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham yang sebenarnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan –ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan : 
1.    Konflik
2.   Kontraversi
3.   Kompetisi

MASYARAKAT PERKOTAAN

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
         Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN

Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha. Ukuran Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan. Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
         Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam perilaku, dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.
         Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.
Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat. Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengandi desa. pada masyarakat desa kesenjangan antara kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya. masyarakat perdesaan cenderung pada kelas tengah. ketentuan kasta dan contoh perilaku. Mobilitas Sosial.
Mobilitas berkaitan dgn perpindahan yg disebabkan oleh pendidikan kota yg heterogen, terkonsentrasinya kelembagaan-kelembagaan.
banyak penduduk yg pindah kamar atau rumah waktu yg tersedia bagi penduduk kota untuk bepergian per satuan bepergian setiap hari di dalam atau di luar waktu luang di kota lbih sedikit dibandingkan di daerah perdesaan Interaksi Sosial. masyarakat pedesaan lebih sedikit jumlahnya dalam kontak sosial berbeda secara kuantitatif maupun secara kualitatif pengawasan Sosial Di kota pengawasan lebih bersifat formal, pribadi dan peraturan lbh menyangkut masalah pelanggaran Pola Kepemimpinan Menentukan kepemimpinan di daerah perdesaan cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu dibandingkan dengan kota Standar Kehidupan Di kota tersedia dan ada kesanggupan dalam menyediakan kebutuhan tersebut, di desa tidak demikian Kesetiakawanan Sosial Kesetiakawanan sosial pada masyarakat perdesaan dan perkotaan banyak ditentukan oleh masingmasing faktor yang berbeda.
 Nilai dan Sistem Nilai Nilai dan system nilai di desa dengan di kota berbeda dan dapat diamati dalam kebiasaan, cara dan norma yang berlaku Hubungan desa dan kota Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota. sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yg juga diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh orang desa.

ASPEK POSITIF DAN NEGATIF Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial , ekonomi , kebudayaan dan politik . Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota tersebut . Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
1.    Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekeliling nya.
2.   Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
3.   Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
4.   Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
5.   Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.

Untuk itu semua, maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus di tingkatkan :
·       Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya.
·       Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya.
·       Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.
·       Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya .
Oleh karena itu maka kebijaksanaan perencanaan dan mengembangkan kota harus dapat dilihat dalam kerangka pendekatan yang luas yaitu pendekatan regional . Rumusan pengembangan kota seperti itu tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota sebagai berikut :
1.    Menekan angka kelahiran
2.   Mengalihkan pusat pembangunan pabrik (industri) ke pinggiran kota
3.   Membendung urbanisasi
4.   Mendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relatif rendah
5.   Meningkatkan fungsi dan peranan kota – kota kecil atau desa desa yang telah ada di sekitar kota besar
6.   Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan.



Minggu, 11 Oktober 2015

TUGAS SOFTSKILL ILMU SOSIAL DASAR

Tiga Ilmu Pengetahuan (Sosial, Alam, Budaya) dan
Customer Relationship Management (CRM) Pada Perusuhaan

Kata Ilmu dalam bahasa Arab yaitu “ilm” yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Secara sederhana ilmu adalah seluruh usaha dasar untuk  menemukan dan meningkatkan kepahaman manusia  pada salah satu bidang kajian tertentu. Dari filsafat terdapat tiga cabang ilmu pengetahuan, di antara nya yaitu:

1.   Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science)
Ilmu sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masalah-masalah sosial di dalam sebuah masyarakat yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia. Ilmu sosial tergolong beberapa kelompok antara lain adalah ilmu sosiologi, politik, ekonomi, demografi, psikologi, sosiologi hukum, dsb.

2.   Ilmu Pengetahuan Budaya (The Humanities)
Ilmu Budaya adalah ilmu yang mendefinisikan tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Pengetahuan budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filfasat. Keahlian tersebut terbagi kedalam beberapa bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa seni musik.

3.   Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science)
Ilmu Alam adalah istilah yang digunakan mengacu pada rumpun ilmu dimana objek adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum. Ilmu pengetahuan alam membatasi dirinya dengan hanya membahas gejala-gejala alam yang dapat diamati. Yang termasuk dalam bagian ilmu alam adalah fisika, kimia, biologi, matematika, dan ilmu medis.

Pengertian Customer Relationship Management (CRM)  Pada Perusahaan
Customer Relationship Management (CRM) merupakan salah satu alternatif strategi yang dapat diterapkan oleh perusahaan untuk memperoleh profit melalui manajemen hubungannya dengan pelanggan. Manajemen hubungan pelanggan tersebut meliputi memperoleh pelanggan baru, meningkatkan pelayanan, dan mempertahankan pelanggan lama. Dalam penerapan serta pengembangan CRM tersebut, diperlukan proses yang memungkinkan perusahaan untuk menganalisa pelanggannya, sehingga perusahaan dapat mengenali dan memahami pelanggannya secara lebih personal agar dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya.
Intinya, kunci utama yang mendukung keberhasilan CRM adalah perubahan, baik perubahan dari segi sistem kerjanya, teknologi informasi, budaya kerja, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusianya merupakan hal yang sangat penting. Perusahaan mengharapkan para karyawannya dapat lebih berkomunikasi dan menjalin hubungan yang baik dengan para pelanggan.

Aktivitas Utama dari Konsep CRM
Aktivitas CRM pada dasarnya betujuan agar perusahaan dapat mengenali pelanggan secara lebih detail dan melayani mereka sesuai kebutuhannya. Secara umum, beberapa aktifitas utama dari konsep CRM adalah sebagai berikut:

1.   Membangun database pelanggan yang kuat
Database pelanggan yang kuat merupakan salah satu aset utama perusahaan, yang dapat menghitung performa financial yang lain dan dapat dijadikan ukuran tentang nilai perusahaan sekarang dan kemungkinan performanya di masa mendatang. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan database pelanggan. Misalnya melalui pengambilan kartu garansi yang datanya harus diisi dengan lengkap oleh pelanggan, melalui form aplikasi untuk pengajuan kredit ataupun permintaan suatu layanan dan yang paling populer tentu saja adalah dengan menerbitkan katu keanggotaan.


2.   Membuat profil dari setiap pelanggan
Langkah selanjutnya adalah membuat profil dari masing-masing pelanggan. Ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari proses segmentasi konsumen yang sudah dilakukan perusahaan. Profil pelanggan menyangkut segala aktifitas yang dilakukan oleh pelanggan mengenai penggunaan produk ataupun layanan perusahaan. Profil pelanggan akan memberikan gambaran tentang kebutuhan, keinginan, dan juga concern mereka tentang produk atau layanan perusahaan.

3.   Analisis profitabilitas dari tiap-tiap pelanggan
Dalam analisis profitabilitas ada 2 hal yang dinilai dari masing-masing pelanggan. Pertama adalah penerimaan ( revenue ) yang dihasilkan dari masing-masing pelanggan dan kedua adalah biaya ( cost ) yang harus dikeluarkan untuk melayani masing-masing pelanggan.
Dengan menghitung dan membandingkan antara aspek penerimaan dan biaya yang harus dikeluarkan, perusahaan dapat mulai memilih pelanggan mana yang memberikan keuntungan yang lebih banyak dan mana yang tidak terlalu memberikan keuntungan yang besar. Pemilihan ini menjadi alat yang penting agar perusahaan dapat memberikan layanan yang sesuai dengan tingkat profitabilitas dari setiap pelanggan.

4.   Interaksi dengan pelanggan yang lebih targeted dan customized
Dengan profil yang lebih jelas, perusahaan akan lebih mudah untuk melihat kebutuhan yang berbeda-beda dari setiap pelanggan. Informasi ini tentu saja akan memudahkan perusahaan untuk memberikan penawaran tentang produk dan layanan yang disesuaikan kebutuhan mereka. Dengan tingkat kebutuhan yang dipetakan, perusahaan juga dapat memberikan komunikasi pemasaran terpadu yang lebih personal dan customized. Pelanggan akan merasa lebih diperlukan secara individual dan tentu saja akan memberikan pengalaman yang lebih menarik dan mendukung proses kepuasan pelanggan. Dan tentu saja untuk jangka panjang adalah bagaimana hal tersebut dapat menciptakan loyalitas pelanggan untuk terus memakai produk atau layanan perusahaan.

Manfaat dan Tantangan CRM
            Potensi manfaat bisnis dari manajemen hubungan pelanggan sangat banyak. Contohnya, CRM memungkinkan sebuah perusahaan untuk mengidentifikasi serta berfokus pada para pelanggan terbaik mereka, yaitu mereka yang paling menguntungkan bagi perusahaan, agar mereka dapat dipertahankan sebagi pelanggan seumur hidup untuk layanan yang lebih besar dan menguntungkan. Manajemen hubungan pelanggan memungkinkan penyesuaian dan personalisasi real-time atas berbagai produk dan jasa berdasarkan pada keinginan, kebutuhan, kebiasaan membeli serta siklus hidup para pelanggan. CRM juga dapat menelusuri saat ketika pelanggan menghubungi perusahaan, darimana pun titik hubungannya. Sistem CRM juga memungkinkan perusahaan untuk memberi pengalaman yang konsisten dan layanan serta dukungan superior bagi pelanggan, di semua titik kontak yang dipilih oleh pelanggan. Semua manfaat ini akan memberi nilai bisnis strategis bari perusahaan dan nilai pelanggan yang besar bagi para pelanggannya. (O’Brien, 2005)

Fokus Bisnis pada CRM
            Mengelola berbagai hubungan pelanggan melibatkan dua tujuan yaitu pertama, memberi organisasi dan semua karyawannya yang berhadapan dengan pelanggan, satu pelanggan lengkap tentang setiap pelanggan  di setiap hal dan di lintas semua saluran; dan, kedua, memberi pelanggan satu pandangan lengkap tentang perusahaan dan saluran-salurannya yang luas. CRM menggunakan teknologi informasi untuk membuat sistem lintas fungsi perusahaaan yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi banyak proses layanan pada pelanggan dalam penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan yang berinteraksi dengan pelanggan perusahaan. Sistem CRM juga menciptakan kerangka kerja TI software serta database yang dijalankan melalui Web, yang mengintegrasikan proses-proses ini dengan operasi bisnis perusahaan lainnya, dan mendukung kerja sama antara perusahaan dengan para pelanggan, serta mitranya.(O’Brien, 2005).


Pemasaran dan Pemenuhan Pesanan pada CRM
Sistem  CRM membantu para praktisi pemasaran menyelesaikan kampanye pemasaran langsung dengan mengotomatisasi tugas-tugas seperti pengkualifikasian pemasaran pada sasaran, dan penjadwalan serta penelusuran pengiriman surat pemasaran langsung. Kemudian, software CRM akan membantu para praktisi pemasaran untuk  menangkap dan mengelola data respons pelanggn dan calon pelanggan di database CRM,  serta menganalisis nilai pelanggan dan nilai bisnis dari kampanye pemasaran langsung  perusahaan. CRM juga  membantu dalam pemenuhan respons calon pelanggan serta  pelanggan dengan secara  tepat menjadwalkan kontak penjualan serta  memberi informasi yang tepat atas produk dan jasa bagi mereka, sementara  sambil menangkap  informasi yang relevan  untuk disimpan ke dalam database CRM. (O’Brien, 2005)

Layanan dan Dukungan untuk Pelanggan
            Sistem CRM memberi para staf penjualan alat software dan akses real-time ke database umum pelanggan yang dapat dibagi bersama dengan para praktisi penjualan dan pemasaran. CRM membantu para manajer layanan pelanggan membuat, menetapkan, dan mengelola berbagai permintaan atas layanan dari pelanggan. Software call center  mengirimkan semua panggilan ke para staf dukungan untuk pelanggan berdasarkan pada keahlian serta otoritas mereka untuk menangani permintaan layanan tertentu. Software help desk  membantu para staf layanan untuk pelanggan membantu para pelanggan yang memiliki masalah dengan suatu produk atau jasa, dengan memberi data layanan dan saran yang relevan untuk mengatasi masalah tersebut. Layanan mandiri berbasis web memungkinkan para pelanggan mengakses dengan mudah informasi pendukung pribadi di situs Web perusahaan, dengan tetap memberi mereka pilihan untuk menerima bantuan lebih jauh secara online  atau melalui telepon dari personel layanan pelanggan.(O’ Brien, 2005)